"Pameran Alat Musik Nasional Merupakan agenda tahunan yang diikuti oleh seluruh Museum Negeri di Indonesia. Pada tahun ini Museum Negeri Sonobudoyo Yogyakarta didapuk menjadi tuan rumah.

Mengusung Tema "Tetabuhan Nusaraya: Sounding the diverse collectivities", panitia pameran hendak menyampaikan hasanah pengetahuan tentang betapa luasnya dimensi alat musik yang seringkali hanya dianggap sebatas media hiburan.

Agenda utama pameran dilaksanakan tanggal 26 April 2017 - 5 mei 2017. Seiring dengan agenda utama, panitia juga menyelenggarakan kegiatan pendukung seperti seminar, curator class, workshop, pemutaran film serta performace dari perwakilan peserta.

Salah satu keunikan pada Pameran Alat Musik tahun ini yaitu terdapat koleksi tambahan yang bisa dimainkan langsung oleh pengunjung, serta adaptasi teknologi Quick Response Code (QR Code) berbasis aplikasi android yang menambah keseruan pengalaman pengunjung dalam menikmati pameran ini."

Riwayat Bunyi

Menatap lekuk-bentuk tubuhmu,
Mengenali citramu pada pahatan bebatuan berabad silam,
Terbaca riwayat panjang perjalanan hidupmu.
Mengenalmu sebagai sosok bungkam dalam keseharian,
Mendengar bebunyian menakjubkan yang kau hasilkan,
Tersingkap riwayat kecerdasan bersahaja anak-bangsa

Bebunyian Diri

Yang lain tak perlu,
Cukup dengan kehadiranmu,
Buluh perindu menyayat kalbu,
Gemeretak pembangkit gerak,
Lembut dentang pengganti dendang.

Meningkah Bunyi

Lantunan lagu ungkapan kalbu,
Tak elok lepas sendiri nan lugu,
Biarkan denting dawai mendampingi,
Gesek dawai meningkahi,
Liuk bunyi tiupan menghiasi.

Masterpiece

Merumit atau Bersahaja
adalah pilihan penanda jamannya.

Interaktif

saya dengar, saya lupa saya lihat,
saya ingat saya mainkan, saya bisa

Menjalin Bunyi

Bak rajutan kita bertautan,
Kuciptakan ruang,
Kau isi kekosongan;
Kau sisakan celah,
Ia penuhi dengan peningkah.

Semakin cepat kuayunkan langkah,
Semakin rapat kau mencacah,
Kita memang tak terpisah.

Musyawarah Bunyi

Kami bukan sekadar jumlah,
Yang bisa dikurang atau ditambah;

Kami telah bermusyawarah,
untuk sebelah-menyebelah,
berbagi peran, bukan untuk menang-kalah;
tak boleh lengah, tak boleh pula pongah.

Satu tujuan kami,
menyajikan indahnya harmoni.